Merawat ayam dalam skala besar membutuhkan perhatian lebih dibandingkan dengan ayam dalam jumlah kecil. Tidak hanya soal memberi makan, tetapi juga mencakup manajemen kandang, kesehatan, pakan, dan lingkungan agar ayam dapat tumbuh sehat, produktif, dan menghasilkan keuntungan maksimal. Artikel ini akan membahas secara lengkap strategi perawatan ayam skala besar agar usaha peternakan Anda berjalan lancar.
1. Perencanaan Kandang yang Tepat
Kandang merupakan faktor utama dalam merawat ayam skala besar. Ukuran dan jenis kandang harus menyesuaikan jumlah ayam yang dipelihara. Kandang yang terlalu padat akan membuat ayam stres, mudah terserang penyakit, dan pertumbuhannya tidak merata. Sebagai acuan, setiap ayam broiler membutuhkan minimal 0,1–0,15 m² per ekor, sedangkan ayam petelur membutuhkan 0,2–0,25 m² per ekor.
Selain luas, kandang harus memiliki sirkulasi udara yang baik. Ventilasi yang cukup akan mengurangi kelembapan dan amonia dari kotoran, sehingga ayam tetap sehat. Lantai kandang bisa menggunakan sekam padi, serbuk gergaji, atau pasir yang selalu diganti secara rutin agar tetap bersih.
2. Sistem Pemberian Pakan
Pakan merupakan faktor penentu utama pertumbuhan dan produktivitas ayam. Dalam skala besar, sistem pemberian pakan otomatis atau semi-otomatis sangat disarankan untuk memastikan setiap ayam mendapatkan pakan yang cukup. Pakan harus sesuai dengan fase pertumbuhan ayam.
-
Ayam DOC (1–3 minggu): membutuhkan pakan starter tinggi protein, sekitar 22–24%.
-
Ayam remaja (3–6 minggu): pakan grower dengan protein 20–22%.
-
Ayam dewasa atau petelur: pakan finisher atau layer dengan protein 18–20% serta tambahan kalsium untuk mendukung produksi telur.
Pemberian pakan harus teratur dan konsisten. Pakan yang terlalu sedikit akan membuat ayam kurus, sedangkan terlalu banyak dapat menyebabkan pemborosan.
3. Manajemen Air Minum
Air merupakan kebutuhan vital bagi ayam. Dalam skala besar, penggunaan nipple drinker (tempat minum otomatis) sangat efektif. Pastikan air selalu bersih, cukup, dan mudah diakses oleh seluruh ayam. Air yang kotor dapat menyebabkan penyakit pencernaan, sedangkan air yang terbatas akan menurunkan nafsu makan dan pertumbuhan ayam.
4. Kesehatan dan Vaksinasi
Ayam skala besar rentan terserang penyakit karena jumlah populasi yang banyak. Pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Oleh karena itu, vaksinasi teratur menjadi kunci utama. Vaksinasi dapat dilakukan terhadap penyakit seperti ND (Newcastle Disease), AI (Avian Influenza), dan penyakit umum lainnya sesuai rekomendasi dokter hewan.
Selain vaksin, pemberian suplemen seperti vitamin, mineral, dan probiotik juga membantu menjaga daya tahan tubuh ayam. Pemisahan ayam sakit dari ayam sehat harus dilakukan segera untuk mencegah penularan.
5. Kebersihan dan Sanitasi Kandang
Kebersihan kandang adalah faktor krusial dalam merawat ayam skala besar. Kotoran harus rutin dibersihkan, minimal 2–3 kali seminggu, tergantung jumlah ayam dan sistem kandang. Lantai, dinding, dan peralatan makan minum harus disemprot dengan desinfektan secara berkala.
Pengelolaan limbah juga penting. Kotoran ayam dapat dijadikan pupuk organik, tetapi harus disimpan di tempat yang tidak lembap agar tidak menimbulkan bau atau menjadi sarang penyakit.
6. Pengendalian Suhu dan Pencahayaan
Ayam membutuhkan suhu dan pencahayaan yang tepat untuk pertumbuhan optimal. DOC membutuhkan lampu pemanas dengan suhu 32–35°C. Seiring bertambahnya usia, suhu kandang bisa diturunkan secara bertahap hingga 25°C.
Pencahayaan yang cukup juga penting, terutama untuk ayam petelur. Biasanya ayam petelur membutuhkan 14–16 jam cahaya setiap hari untuk merangsang produksi telur. Pencahayaan bisa menggunakan lampu LED atau lampu TL hemat energi.
7. Monitoring dan Pencatatan
Dalam skala besar, memantau setiap ayam secara manual sulit dilakukan. Oleh karena itu, pemilik harus membuat sistem monitoring yang efisien, misalnya mencatat konsumsi pakan, konsumsi air, berat badan rata-rata, dan jumlah telur setiap hari. Dengan data ini, pemilik dapat mengidentifikasi masalah sejak dini dan mengambil tindakan cepat.
8. Manajemen Stres
Ayam yang stres akan mudah sakit dan pertumbuhannya terganggu. Faktor penyebab stres antara lain kepadatan kandang, kebisingan, perubahan pakan mendadak, dan gangguan predator. Pastikan ayam memiliki ruang cukup, kandang tenang, dan tidak terganggu oleh hewan lain.
9. Strategi Pemisahan
Ayam skala besar sering kali memiliki perbedaan umur, jenis kelamin, atau tujuan pemeliharaan. Pisahkan ayam berdasarkan kategori agar manajemen lebih mudah. Misalnya, ayam DOC dipisahkan dari ayam dewasa, ayam jantan agresif dipisahkan dari ayam betina, dan ayam sakit selalu dipisahkan.
10. Evaluasi dan Perbaikan Berkelanjutan
Merawat ayam skala besar adalah proses yang membutuhkan evaluasi rutin. Pemilik harus selalu meninjau hasil pertumbuhan, kesehatan, dan produktivitas ayam. Jika ada masalah seperti penurunan produksi telur, pertumbuhan lambat, atau kematian tinggi, segera analisis penyebabnya dan lakukan perbaikan.
Merawat ayam skala besar membutuhkan perencanaan, manajemen, dan konsistensi. Faktor-faktor seperti kandang yang bersih, pakan sesuai fase pertumbuhan, air minum bersih, vaksinasi, sanitasi, suhu dan pencahayaan yang tepat, monitoring rutin, serta pengendalian stres harus diperhatikan secara seksama. Dengan strategi yang tepat, peternak dapat memastikan ayam tumbuh sehat, produktif, dan usaha peternakan ayam skala besar berjalan lancar serta menguntungkan.